Dasar-Dasar Mikrokontroler
Pengertian
mikrokontroler
Arsitektur mikrokontroler Arsitektur Komputer lebih cenderung pada kajian
atribut–atribut sistem komputer yang terkait dengan seorang programmer.
Contohnya, set instruksi, aritmetika yang digunakan, teknik
pengalamatan, mekanisme I/O.
Contohnya, set instruksi, aritmetika yang digunakan, teknik
pengalamatan, mekanisme I/O.
Mikrokontroler ATMega8535
Mikrokontroler merupakan keseluruhan sistem
komputer yang dikemas menjadi sebuah chip di mana di dalamnya sudah terdapat Mikroprosesor, I/O,
Memori bahkan ADC, berbeda dengan Mikroprosesor yang berfungsi sebagai pemroses
data(Heryanto, dkk, 2008:1).
Mikrokontroller AVR (Alf and Vegard’s Risc processor) memiliki arsitektur 8 bit,
dimana semua instruksi dikemas dalam kode 16-bit dan sebagian besar instruksi dieksekusi dalam 1
siklus clock atau
dikenal dengan teknologi RISC (Reduced
Instruction Set Computing).
Dari gambar blok diagram tersebut dapat dilihat bahwa
ATMega8535 memiliki bagian-bagian sebagai berikut :
1. Saluran I/O sebanyak 32 buah, yaitu Port A,Port B,Port C
dan Port D.
2. ADC 8 channel 10 bit.
3. Tiga buah Timer/Counter dengan
kemampuan pembanding.
4. CPU yang terdiri atas 32 buah register.
5. Watchdog timer dengan osilator internal.
6. SRAM sebesar 512 byte.
7. Memori Flash sebesar 8 KB dengan kemampuan Read While Write.
8. Interrupt internal dan eksternal
9. Port antarmuka
SPI (Serial Peripheral Interface).
10. EEPROM sebesar 512 byte yang dapat diprogram
saat operasi.
11. Antarmuka komparator analog.
12. Port USART
untuk komunikasi serial
1. Perancangan
LED Berjalan / Running LED
LED berjalan atau running LED
merupakan aplikasi sederhana elektronika khususnya penggunaan mikrokontroler.
Aplikasi ini dapat dikatakan sebagai dasar dalam mempelajari mikrokontroler.
Kita dapat membuat dengan program sederhana.
2. Perancangan Perangkat Keras
Seluruh perangkat atau komponen
yang digunakan dalam perancangan pengaturan kecepatan pada alat putar keramik
menggunakan motor AC ini, tersusun seperti pada blok diagram di bawah ini.
3. Perancangan Rangkaian
Sistem Minimum AVR ATMega16
Mikrokontroler AVR ATMega16 dapat
dioperasikan dengan cara menambahkan beberapa komponen elektronika yang
berfungsi sebagai komponen pendukungnya.
Mikrokontroler AVR ATMega16 dapat dioperasikan dengan cara menambahkan beberapa komponen elektronika yang berfungsi sebagai komponen pendukungnya.
Mikrokontroler AVR ATMega16 dapat dioperasikan dengan cara menambahkan beberapa komponen elektronika yang berfungsi sebagai komponen pendukungnya.
4. Perancangan Rangkaian
Downloader
Rangkaian downloader merupakan
rangkaian penghubung antara computer dan mikrokontroler yang berfungsi untuk
memasukan listing program (berupa bit – bit logika) ke dalam mikrokontroler
6. Perancangan Rangkaian
Driver Motor AC
Komponen utama
dari rangkaian driver motor AC ini adalah IC TRIAC Optoisolators
Tipe MOC3041 dan TRIAC Tipe Q4004LT.
7. Perancangan
Rangkaian Sensor Putaran
Rangkaian
sensor untuk mendeteksi putaran
alat putar ini, terdiri dari Phototransistor tipe
H21A1 dan piringan sensor dengan lubang sebanyak 12 lubang
8. Perancangan Alat
Putar Keramik
Alat putar keramik yang akan
dirancang terbuat dari bahan semen dan berporoskan
batang besi. Pada bagian besi poros tersebut dipasangi bearing, pulley dan
piringan sensor. Pulley dihubungkan motor AC dengan menggunakan tali
penghubung (belt).
9. Perancangan
Rangkaian Alarm
Rangkaian alarm yang akan dibuat
adalah rangkaian alarm sirene. Rangkaian alarm ini akan berbunyi seperti suara
sirene polisi.


EmoticonEmoticon